Friday, December 4, 2015

Bagaimana Cara Kerja Sistem Sirkulasi Darah Janin dan Bayi Baru Lahir?

sirkulasi darah janin
sumber foto: americanpregnancy

Selama kehamilan, sistem sirkulasi darah janin bekerja berbeda dengan cara kerja setelah kelahiran. Dengan janin dihubungkan oleh tali pusar menuju plasenta, organ yang mengembangkan dan mengimplantasi dalam rahim ibu hamil selama kehamilan. Melalui pembuluh darah di tali pusar, janin menerima semua kandungan yang dibutuhkan seperti nutrisi, oksigen dan dukungan hidup dari ibu melalui plasenta. Produk limbah dan karbon dioksida dari janin dikirimkan kembali melalui tali pusar dan plasenta ke sirkulasi darah ibu yang akan dicopot.


Sistem sirkulasi darah dalam janin menggunakan 2 pirau dari kanan ke kiri, yang merupakan bagian kecil yang mengarahkan darah yang dibutuhkan untuk menjadi beroksigen. Tujuan dari pirau ini adalah untuk melewati bagian tubuh tertentu, pada umumnya yakni paru-paru dan ginjal yang belum dikembangkan secara penuh ketika janin masih berada rahim. Pirau ini melewati paru-paru disebut dengan foramen ovale. Organ ini menggerakkan darah dari atrium kanan dari jantung menuju atrium sebelah kiri. Duktus arteriosus menggerakkan darah dari arteri pulmonalis menuju aorta.

Oksigen dan nutrisi dari darah ibu hamil ditransfer sepanjang plasenta menuju janin. Darah yang kaya mengalir melalui tali pusar menuju ginjaal dan membelah menjadi 3 cabang. Darah ini lalu mencapai vena cava inferior, urat utama yang berhubungan dengan jantung. Kebanyakan dari darah ini dikirimkan melalui ductus venosus. Ini juga merupakan sebua pirau yang melewati oksigen darah yang tinggi melalu ginjal menuju vena cava inferior dan lalu ke atrium kanan dari jantung. Bagian kecil dari darah bergerak langsung ke ginjal untuk memberikan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan.

Limbah produk dari sirkulasi darah janin dikirimkan kembali melalui plasenta ke darah ibu. Di dalam jantung janin terdapat darah yang masuk ke atrium kanan, ruang yang ada di sisi kanan bagian atas dari jantung. Ketika darah masuk ke atrium kanan, kebanyakan dari darah ini mengalir melalui foramen ovale ke atrium sebelah kiri. Darah ini lalu bergerak ke kamar jantung sebelah kiri, pintu yang lebih rendah dari jantung, dan lalu menuju aorta, arteri besar yang datang dari jantung.

Dari aorta, darah dikirimkan menuju otot jantung sendiri sebagai tambahan ke otak. Setelah menjalani sirkulasi di sana, darah kembali ke atrium kanan dari jantung melalui vena cava superior. Sekitar 2 per 3 dari darah akan bergerak melalui foramen oval seperti yang dijelaskan di atas, tetapi darah yang yang tersisa yakni 1 per 3 nya akan melewati ke kamar jantung sebelah kanan, menuju paru-paru. Di janin, plasenta melakukan tugasnya dari bernapas bukannya paru-paru. Sebagai hasilnya, hanya sebagian kecil dari darah yang bergerak terus ke paru-paru.

Kebanyakan dari darah ini melewati atau didorong pergi dari paru-paru melalui ductus arteriosus ke aorta. Kebanyakan dari sirkulasi ini menuju ke bagian bawah tubuh yang disuplai oleh darah yang bergerak melewati ductus arteriosus. Darah ini lalu memasuki arteri pusa dan mengalir menuju plasenta. Karbon dioksida dan produk limbah yang dirilis ke sistem sirkulasi ibu dan oksigen dan nutrisi dari darah ibu merupakan yang dilepaskan ke darah janin. Ketika dilahirkan, tali pusar dijepit dan bayi tidak lagi menerima oksigen dan nutrisi dari ibu. Dengan napas pertama dari kehidupan bayi baru lahir, dimana paru-paru mulai membesar, dengan kedua dari ductus arteriosis dan foramen ovale ditutup.

Dapatkan beragam informasi lainnya seperti sirkulasi darah janin di Brand's Indonesia.