Wednesday, November 25, 2015

Memahami Masalah Ibu Hamil Susah Tidur

ibu hamil susah tidur
sumber foto: americanpregnancy

Ada banyak faktor fisik dan emosi yang kemungkinan mempengaruhi ibu hamil sulit tidur. Menurut sebuah pemungutan suara yang dilakukan oleh sebuah yayasan, sebanya 78 persen wanita dilaporkan lebih banyak merasa adanya gangguan tidur selama hamil dibandingkan dengan waktu-waktu lain. Perubahan fisik dan emosi juga mempengaruhi sebagian besar kesulitan ini. Ada beberapa alasan yang menjadi kemungkinan kenapa ibu hamil mengalami kesulitan mendapatkan tidur yang nyenyak.


Dengan tubuh mulai membesar dan mengalami perubahan, posisi tidur yang lama mungkin sudah tidak terasa nyaman lagi. Ibu hamil mungkin merasa adanya rasa sakit dan nyeri dari kehamilan normal, seperti mulas, mual atau wasir dan gejala-gejala ini cenderung bisa membuat wanita yang mengandung terjaga di malam hari. Kantung kemih hanya mampu menahan cairan yang lebih sedikit ketika bayi mulai membesar, hal ini menyebabkan ibu mengandung kemungkinan perlu bangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil. Emosi dan kecemasan mengenai persalinan, menjadi seorang ibu, pekerjaan dan perubahan hubungan dengan pasangan juga mungkin memainkan peran dalam membuat mata sulit untuk terpejam.

Selain itu, apakah ibu hamil pernah menemukan dirinya memiliki kemampuan baru dalam mendengkur dengan kencang? Hal ini bukanlah kejadian langka. Sebuah laporan memperkirakan sekitar 30 persen dari wanita hamil mendengkur ketika tidur karena adanya peningkatan pembengkakan di saluran pernapasan mereka. Mendengkur ini disebabkan karena pembekakan sebagiannya menghalangi jalur udara masuk. Tetapi mendengkur selama hamil bukan merupakan hal yang bisa dianggap sepele. Karena mendengkur bisa membuat tekanan darah tinggi, dan membuat ibu dan anak berada dalam resiko.

Pada kasus-kasus serius dari terhalangnya jalur udara yang masuk, sebuah kondisi bernama apnea tidur bisa terjadi. Seseorang yang mengalami apnea tidur sering kali mendengkur dengan kencang dan adanya jeda selama mendengkur yang membuat pernapasan sebenarnya berhenti. Menurut laporan, kekurangan oksigen bisa mencegah ibu hamil untuk mendapatkan waktu tidur yang dibutuhkan dan hal ini juga bisa membawa bahaya kepada bayi. Jika wanita yang sedang mengandung mendengkur dengan kencang di malam hari dan menyadari bahwa dirinya merasa kecapean dari kurangnya tidur di malam hari, maka ia tidak boleh menunda untuk menannyakannya ke dokter kehamilan.

Ada jenis gangguan tidur yang tidak banyak diketahui bernama sindrom kaki gelisah atau sering dimulai atau memburuk selama kehamilan. Bahkan menurut laporan, hampir 15 persen dari wanita hamil menderita sindrom ini selama trimester ketiga. Tetapi apakah sindrom kaki gelisah dan kenapa ini merupakan sebuah masalah dari ibu hamil susah tidur? Dalam sindrom ini, ibu yang sedang mengandung memiliki perasaan merangkak atau bergerak pada bagian kaki, betis atau kaki bagian atas, yang secara sejenak bisa mengganggu tidur. Jika wanita yang mengandung menggerakkan kakinya maka penyakit ini bisa sejenak menghilang. Tetapi ketika kaki tidak digerakkan maka sindrom yang mengganggu ini akan datang kembali. Gejala ini mungkin tidak terdengar berbahaya tetapi jika mengalaminya berulang-ulang tentu saja bisa mengganggu waktu tidur.

Ketahui masalah lain yang menyebabkan ibu hamil susah tidur di Merries Indonesia.