Wednesday, November 5, 2014

Tips Dalam Menangani Ruam Popok Bayi

popok bayi
sumber foto: lollibeans
 
Ruam popok berkembang dalam kondisi yang hangat dan lembab, oleh karena kedua alasan ini popok bayi adalah rumah yang sempurna bagi penyakit ini. Gejala ini bisa terlihat seperti bercak-bercak merah pada bokong bayi atau sisik merah pada daerah kelamin bayi. Iritasi dari kotoran dan urin, makanan atau produk baru, kulit sensitif, popok yang terlalu ketat dan mengonsumsi antibiotik adalah hal-hal yang bisa menyebabkan bayi terkena ruam popok.
 
Berikut ini adalah cara-cara dalam menangani penyakit yang sering diderita oleh bayi:
 
1. Jaga kebersihan dan kekeringan popok bayi
Hal yang paling penting untuk mencegah dan mengatasi ruam adalah untuk menjaga popok bayi tetap kering dan bersih. Kapanpun bayi sedang tidak mengenakan popok, baringkan ia dengan ditutupi oleh handuk. Semakin lama bayi tidak mengenakan popok, maka akan lebih baik. Ketika mengganti popok bayi, usahakan untuk melonggarkan sedikit ikatannya. Bersihkan area popok perlahan dengan kain lembut dan sejumlah tetesan air. Bahan kimia yang digunakan pada tisu bisa mengkasari kulit yang sedang teriritasi, sehingga hindari penggunaanya. Ketika memandikan bayi, gunakan sabun ringat tetapi tidak digunakan setiap kali bayi mandi. Tepukan, jangan menggosok, area kelamin yang kering.
 
2. Tips dalam mengganti popok bayi
Orang tua perlu waspada dalam mengganti popok ketika bayi mengalami ruam. Sudah menjadi hal yang terbaik untuk mengganti popok bayi dengan sering, idealnya adalah secepat setelah popok penuh atau kotor. Ketika mencuci popok kain, bilaslah 2 atau 3 kali untuk menghilangkan sabun yang digunakan untuk membersihkan. Jika menggunakan popok sekali pakai, popok yang memiliki kemampuan menyerap yang sangat baik adalah pilihan yang lebih baik dalam menghindari iritasi.
 
3. Krim dan salep
Orang tua bisa menggunakan salep atau krim pelindung yang mengandung sinc oksida atau titanium dioksida untuk melembutkan kulit dan mencegah kontak dengan kotoran dan iritasi lain. Oleskan dengan hati-hati dan lindungi dengan minyak ter sehingga tidak menempel pada popok.
 
4. Krim anti jamur
Ruam bayi bisa berkembang menjadi jamur sekunder atau infeksi jamur yang disebut dengan candida. Gejala ini akan muncul dengan warna merah cerah, mentah dan bisa sesekali ditemukan di lipatan kulit. Periksa dengan doktor atau suster untuk diperiksa jika orang tua melihat gejala-gejala ini. Krim kulit yang mengandung nistatin, miconazole, clltrimazole, dan ketokonazol bisa menyembuhkan infeksi jenis ini. Orang tua juga bisa membeli krim ini tanpa resep doktor.
 
5. Mylanta dan antasida lainnya
Ketika orang tua berhadapan dengan bokong yang kasar dan basah serta pengobatan lainnya gagal untuk menyembuhkannya, coba sebuah produk yang mengandung antasida, seperti maalox cair dan mylanta. Formula yang dimiliki produk tersebut bisa menetralkan asam dan menenangkan daerah iritasi. Orang tua bisa mengoleskan langsung ke kulit bayi dengan kapas.
 
6. Mandi gandum
Untuk menenangkan beberapa sengatan atau gatal dari ruam yang diderita bayi, rendamkan ia dalam pemandian gandum dengan air hangat selama 10 menit. Orang tua bisa mencoba menggunakan 3/4 dari gandung, campurkan sampai sehalus tepung lalu masukan ke bak mandi.

7. Kebenaran dari bedak
Memang bedak dikenal sebagai penyembuh untuk ruam popok bayi, namun menggunakannya pada iritasi yang berkaitan dengan tanpa jamur bisa mengeringkan bokong bayi yang lebih buruk dari pada candida. Untuk peradangan yang berhubungan dengan popok, oleskan bedak sebelum krim lainnya. Cara ini bisa membantu untuk membuat area tetap kering dan mengurangi gesekan. Hanya pastikan bahwa bayi tidak menghirup bedak ini.

Ketahui berbagai trik dalam mengganti popok bayi di Aswirman.

No comments:

Post a Comment