Friday, October 24, 2014

Obrolan Bunda Dalam Membantu Pekerjaan Rumah Anak

sumber foto: huffingtonpost 

Anak akan mejadi lebih berhasil di sekolah ketika orang tua memiliki ketertarikan yang aktif terhadap pekerjaan rumah yang mereka miliki. Topik dari obrolan bunda ini akan memperlihatkan bahwa apa yang dilakukan oleh anak merupakan hal yang penting. Tentu saja, membantu pekerjaan rumah anak bukan berarti menghabiskan berjam-jam duduk bersama anak. Orang tua bisa memberi dukungan dengan menunjukkan kemampuan belajar dan organisasi, menjelaskan masalah yang sulit atau hanya mengingatkan anak untuk jangan lupa beristirahat jika diperlukan dan siapa tahu orang tua juga bisa belajar dari tugas anaknya tersebut.


Ada pun tips-tips untuk orang tua dalam memandu anaknya mengerjakan pekerjaan rumah yakni yang pertama adalah mengetahui siapa saja guru anak dan apa yang menjadi tujuannya. Orang tua perlu menghadiri acara sekolah seperti rapat guru dengan orang tua, mengadakan pertemuan dengan guru anak. Tanyakan mengenai peraturan dari pekerjaan rumah anak dan bagaimana seharusnya orang tua bisa terlibat.

Cara selanjutnya adalah membuat area yang ramah untuk pengerjaan tugas rumah. Pastikan anak memiliki tempat yang dibentuk dengan pantas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah anak. Siapkan perlengkapan seperti kertas, pensil, lem, gunting di daerah yang bisa dijangkau anak. Buatkan jadwal rutin waktu belajar anak. Karena beberapa anak bisa bekerja dengan sangat baik di sore hari, diikuti dengan waktu memakan makanan ringan dan bermain. Sedangkan anak lainnya mungkin lebih memilih mengerjakan pekerjaan rumah hingga waktu makan malam tiba.

Bantu anak membuat rencana belajar. Ketika anak menghadapi pekerjaan rumah yang menumpuk atau pekerjaan rumah yang memakan waktu lama untuk diselesaikan, anjurkan anak untuk membagi pekerjaan ke dalam waktu-waktu yang bisa diatur. Ciptakan jadwal pengerjaan jika diperlukan dan tempat waktu istirahat selama 15 menit setiap jam, jika mungkin. Usahakan jadwal ini bisa dilakukan anak dan tidak melewati batas tidur yang dibutuhkan anak.

Jauhkan hal-hal yang bisa mengganggu anak ketika mengerjakan pekerjaan rumah. Ini artinya, tidak boleh menyalakan TV, konsol game, musik yang kencang atau telepon genggam (tetapi ini hanya sesekali saja, karena panggilan telepon dari teman sekelas mengenai pekerjaan rumah bisa membantu anak). Orang tua perlu memastikan bahwa anaknya mengerjakan pekerjaannya sendiri.

Karena anak tidak bisa belajar jika tidak memikir untuk dirinya sendiri dan membuat kesalahannya sendiri. Orang tua bisa memberikan masukan dan membantu dengan pengarahan. Tetapi memang sudah tugas anak untuk mempelajari pekerjaan rumah yang dimilikinya. Orang tua juga bisa menjadi motivator dan pemerhati. Tanyakan anak mengenai tugas, kuis, dan ujian yang mungkin dimilikinya. Berikan mereka dorongan, periksa pekerjaan rumah yang telah mereka selesaikan dan usahakan untuk berada di sekitar anak jika mereka memiliki pertanyaan dan masalah.

Buatlah contoh yang baik. Apakah anak pernah melihat orang tuanya bekerja dengan giat dalam menyeimbangkan keuangan atau ketika sedang membaca buku? Anak akan lebih cenderung mengikuti contoh yang dilakukan orang tuannya dibandingkan dengan saran yang mereka berikan. Tips terakhir dari obrolan bunda ini adalah jangan lupa memberikan pujian dari pekerjaan dan usaha mereka. Tampikan hasil ujian, atau hasil karya seni di pintu kulkas dan sebutkan pencapaian akademis anak kepada orang lain.


Temukan apa saja yang menjadi obrolan bunda di Aswirman.com.

No comments:

Post a Comment