Thursday, September 4, 2014

2 Cara Jual Beli Properti Dilihat Dari Kondisi Pasar dan Pelakunya

jual beli properti
 
Kondisi jual beli properti di pasar yang sedang anjlok ini tidak dianjurkan untuk masyarakat yang memiliki keadaan lemah jantung. Dengan kondisi pasar yang sedang lesu, penjualan lebih dari 90% mengalami kejatuhan di musim semi lalu dan seluruh industri properti terlihat bahwa semuanya akan naik bersamaan, sehingga pembeli menunda transaksinya. Namun setelah satu dekade dari penurunan pertumbuhan harga rumah, penurunan ini telah mengagetkan para pembeli dan juga penjual.
Cara pertama dalam membeli properti adalah pastikan keuangan dalam kondisi cukup untuk membeli. Tidak ada tujuan yang berarti dengan mengajukan tawaran untuk sebuah rumah sampai benar-benar yakin bahwa bisa membayarkan harga jualnya. Cara ini sudah jelas diketahui, karena pada dasarnya, seseorang tidak akan pergi berlibur ketika ia tidak mengetahui apakah dirinya akan bisa membiayai semua hal yang ada di dalam rencananya.

Tahun lalu, mungkin masih bisa dilakukan tetapi seperti dalam kehidupan nyata begitu juga di alam yang mengalami kelebihan properti, semua ketidakjelasan ini perlu untuk dihentikan. Hal yang paling penting yang bisa dilakukan oleh pembeli adalah menunjukkan kepada penjual bahwa Anda memiliki uang untuk melanjutkan pembayaran. Hal ini berarti pembeli tersebut telah menjual propertinya atau paling tidak memiliki cadangan uang yang cukup atau mempunyai tawaran KPR yang nyata, yang bisa dikonfirmasi oleh pengacara.

Dalam sebuah pengamatan yang dilakukan oleh Jonathan Cunliffe dari kantor Savills' Truro, mengatakan bahwa banyak penjual properti tidak akan mengambil keputusan untuk menjual propertinya terhadap suatu tawaran tanpa adanya bukti adanya dana. Seseorang yang membeli properti dengan pembayaran bertahap tidak akan mendapatkan jumlah diskon yang sama seperti pembeli yang membayar dengan uang tunai.

Sedangkan cara kedua ini dalam hal penjualan properti, yang mengenai penurunan besar. Siapa yang menjadi penjual properti saat ini bisa menjadi sebuah penghinaan besar. Hal ini bisa dibuktikan dari di sebuah lokasi bergengsi di tengah London, sebuah rumah dipasang harganya sebesar 3.25 juta Poundsterling 12 bulan sebelumnya yang langsung diturunkan harganya menjadi 2.65 juta di bulan September, namun tetap saja tidak ada tanda akan terjualnya rumah ini. Sampai ada agen perumahan yang menyarankan untuk menurunkan kembali harga rumah tersebut.

Menurut agen perumahan tersebut, ia telah menurunkan harganya menjadi 2.25 juta dan mendapat tawaran yang lebih rendah dari harga tersebut dalam sehari tetapi kini rumah tersebut telah terjual dengan menerima tawaran tersebut. Kasus ini memperlihatkan bahwa para penjual perlu melupakan data pasar perumahan, karena minimnya penjualan adalah bukti yang nyata bahwa harga-harga yang dipasang masih terlalu tinggi. Agen real estate dan vendor kini perlahan mulai menyadari bahwa penurunan besar adalah cara yang perlu digunakan untuk menjual rumah dalam keadaan pasar jual beli properti saat ini.

Panduan jual beli properti di Aswirman.

No comments:

Post a Comment